Sabtu, 26 Oktober 2013

SULTAN ABDURRASYID DAN TOMENGGONG RONGGO SOERIA KASOEMA



Sultan Abdurrasyid yang pernah menjadi Sultan di Negeri Solok (Sulu) Mindanau Filipina yang menggantikan kakek beliau yang bernama Datuk Mahareja Malela. Datuk Maharaja Malela (Maharaja Lela?) mempunyai anak yang bernama Puteri Fatimah bersuamikan seorang saudagar dari Negeri Magribi yang bernama Sayid Abdullah Al Qadri Al Idrus Al Habsyi Al Magribi, mempunyai 3 orang anak yang bernama : (1) Abdurrasyid, (2) Mariang (Maring?), dan (3) Muharram. Setelah mempunyai anak 3 orang tersebut Sayid Abdullah Al Qadri Al Idrus Al Habsyi Al Magribi pulang kembali ke Negeri Magribi.
Setelah Maharaja Malela meninggal dunia kedudukan beliau digantikan oleh Abdurrasyid sebagai cucu pertama. Sebagai umat Islam Sultan Abdurrasyid berkeinginan menunaikan rukun Islam yang kelima dan niat tersebut dilaksanakan beliau yang pada waktu itu keberangkatan berhaji ke Mekah menggunakan kapal laut. Namun di tengah perjalanan kapal yang ditumpangi beliau terkena badai besar, dan setelah lama terombang ambing di lautan akhirnya terdampar di pinggiran Sungai Barito yang menjadi bagian wilayah Bandarmasih. Situs bekas kapal Sultan Abdurrasyid di daerah Lupak Kabupaten Batola masih ada sampai sekarang.
Di Bandarmasih (Banjarmasin sekarang) beliau bertemu jodoh dengan seorang wanita bernama Galuh Noerijah alias Katijah binti penghulu putih Abdurrahman bin Kiai Warja Wijaya. Selama kepergian Sultan Abdurrasyid ke Mekah telah diamanahkan beliau bahwa untuk sementara kerajaan diserahkan kepada adik beliau Datuk Mariang yang kemudian menurut kabar dari keturunan Datuk Mariang inilah yang memerintah di Solok Mindanau Filipina. Sedangkan saudara beliau Datuk Muharram memancarkan keturunan di Kutai.

Dari perkawinan mendapatkan 4 (bukan 5) orang anak yaitu :
1.      ABU BAKAR
2.      KHALIFAH MUKSIN
3.      GALUH SYARIAH
4.      KIAI RANGGA KESUMA

 
Kiai Rangga Kesuma mempunyai empat turunan a.l :
1.      BAYAN AJI
2.      RADEN RONGGO
3.      KIAI MUSA
4.      KIAI PANJANG

BAYAN AJI mempunyai keturunan berjumlah 7 (tujuh) yaitu :
1.      HM NORMAS
2.      UNG DIBAB (M JAFRI)
3.      GALUH RAHMAH
4.      GALUH AMNAH (AMINAH)
5.      H. HAMID
6.      HM SAID (CORONG) (DATU M. SAID PANDAN SARI LUPAK KAB. BATOLA) Tahun 1800 M s/d 1905 M
7.      RONGGO ABDURRAHMAN (RONGGO SOERIA KASOEMA)

Tidak banyak cerita mengenai Ronggo Soeria Kasoema. Namun menurut berita dari surat kabar terbitan Semarang De Locomotief tanggal 19 Mei 1877 disebutkan bahwa Toemenggoeng Soeria Kasoema boleh memakai gelar Radhen karena telah diangkat menjadi Ronggo van de afdeeling Bandjermassin. Juga pada tahun 1885 Eisenberger menemukan naskah UUSA (Undang-undang Sultan Adam) yang disimpan dalam arsip Kantor Residen Banjarmasin yang ditulis oleh Tumenggung Soeri Ronggo (Tomenggong Ronggo Soeria Kasoema) tahun 1885.

Sumber :  MASYARAKAT PEDULI SITUS BERSEJARAH MAKAM TOMENGGONG RONGGO SOERIA KASOEMA

http://opinibanjarmasin.blogspot.com/2011/11/sejarah-sultan-abdurrasyid-dan-ronggo.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar